Sabtu, 18 November 2017

Puitis 2

Puisi ini aku tulis buat lomba di acara sumpah pemuda sekolah, mungkin absurd. Tapi paling nggak ini karya asli dariku ....ciehh


Pengingat Kenangan

Janji yang kau ingkari akan jadi angkara
Janji yang kau hayati telah kau khianati
Janji yang kau pegang teguh telah rubuh
Janji yang kau abadikan telah kau lupakan

Dinginnya siang ditiup angin malam
Tatapan pedangmu menusuk terlalu dalam
Kita semua hanya terdiam tanpa kecuali
Kapankah hari itu akan kembali

Rinduku akan hangatnya hari itu
Berbincang satu sama lain mengukir hari esok
Gesekkan biola Rudolf mengobarkan api
Kita disitu bertumpu satu sama lain
Menjadi satu dalam khidmatnya sebuah perjanjian

Akankah kembali?
Rinduku akan hangatnya hari itu



Kalau yang ini hasil iseng iseng aja, Rais juga bukan siapa siapa

Puisi untuk Rais

Mungkinkah pernah kau perhatikan tetesan air hujan yang jatuh di pelipis
Dinginnya tetesan air hujan itu buatku teringat waktu yang kian menipis
Tak akan sanggup hatiku menghitung hari di dinding dengan garis garis
Mungkinkah saat itu hari itu datang dirimu kan menangis
Saat ini jiwaku kian terkikis
Tetap tersenyum manis
Jangan menangis
Rais

Sabtu, 20 Mei 2017

Bingung I

Aku bingung. Ya aku bingung. Bingung mau jadi apa, bingung sama dunia ini, bingung sama pemikiran orang dewasa. Ada yang bilang orang dewasapun bisa kekanakan dan anak anak bisa bersikap dewasa. Tapi yang aku lihat sekarang mereka bertingkah seperti anak anak yang saling mengejek nama orang tua. Dan ketika mereka bersalah mereka tersenyum, seakan tak ada rasa menyesal. Aku kadang ketawa sendiri. Kita sukanya marah marah sama pemimpin padahal kita sendiri yang salah. Kita ambil dari contoh terdekat, keluarga. Orang tua memberikan anaknya smartphone pada saat mereka masih kecil, dan mereka marah marah sama pemerintah karena di smartphone terdapat konten yang tidak pantas untuk mereka gunakan untuk anak anak. Padahal orang tualah yang bertanggung jawab atas itu semua, pemerintah hanya memberi bantuan pada orang tua. Pemerintah bukan tuhan, mereka nggak mungkin ngawasin anak satu persatu. Jangan jangan besok kalau ada anaknya bajunya kotor ada orang tua lapor terus dengan terpaksa pemerintah minta sponsor Rins*. Pendidikan, hal yang paling mendasar dalam membentuk masa depan anak. Tapi sistem pendidikan di Indonesia masih ribet, dan sekarang indonesia mulai berkembang dengan mengutamakan kejujuran. Tapi yang ada kebohongan itu makin besar. Mereka berlomba lomba TERLIHAT jujur di depan publik. Sekolah integritaslah. Mau tahu alasan murid mencontek? Mereka butuh nilai yang bagus agar terlihat baik dan membanggakan orang tua. Jika nilai mereka buruk mereka akan ditekan dari berbagai pihak. Mereka tidak mau dicap sebagai anak bodoh. Mereka tidak punya kebebasan, mereka bahkan nggak tahu arti kata bebas sesungguhnya. Yang mereka tahu hidup monoton, masuk sebagai anak yang baik, lulusan sekolah favorit, menjadi Sarjana Ekonomi atau lainnya atau bahkan masuk ke sekolah ikatan dinas.
Anak anak jaman sekarang menjadi takut resiko, takut gagal, karena hidup yang terlalu teratur. Mereka terlalu dibatasi untuk berkarya. Contohnya, aku sendiri lagi gunting gunting kertas sisa dan dimarahin. Padahal aku punya bayangan untuk buat sesuatu, itu aja udah menghancurkan kreativitas.

Kamis, 02 Februari 2017

Puitis I

          Aku bingung sama dunia ini. Ketika aku ingin berlagak seperti anak anak mereka bilang aku sudah tidak pantas seperti itu karena aku sudah dewasa. Ketika aku menanggapi permasalahan yang terjadi di negaraku, mereka bilang aku tidak pantas berbicara seperti itu karena aku berbicara seperti orang dewasa. Itu membuat diriku bingung. Sangat bingung. Pada akhirnya aku bertingkah seperti orang bodoh dan melakukan hal hal kekanakan. Setiap ada permasalah terjadi, uneg uneg yang ingin kukeluarkan selalu kupendam dan pada akhirnya aku sering berbicara pada cermin.

          Aku tidak punya dan tidak ingin punya teman sebangku, karena aku pikir itu tidak berguna. Jika ingin berbicara aku bisa mengatakannya dengan depanku atau belakangku. Yang aku butuhkan adalah Teman dalam arti yang sebenarnya. Teman yang tidak akan membicarakanku saat aku tidak ada. Teman yang akan selalu ada baik suka maupun duka. Teman yang tidak memandang dari fisik. Teman yang bisa kupercayai hingga aku bisa dengan tenangnya menitipkan 10 batang emas padanya. Teman yang akan selalu ada sepanjang hidupku. Karena teman seperti itu yang dibutuhkan untuk urusan dunia maupun akhirat.

          Saat pertama melihatku semua orang pasti berpikir kalau aku anak yang pendiam. Saat kedua kali melihatku pasti mereka berfikir aku autis. Saat ke 10 kali melihatku mereka bilang aku aneh. saat ke 100 kali melihatku mereka akan menyadari, bahwa aku mengekspresikan diriku dengan cara yang berbeda.

Rabu, 11 Maret 2015

Lirik lagu Himawari No Yakusoku

Tahu gak, film doraemon yang stand by me, aku paling suka lagunya yang judulnya Himawari No Yakusoku, lagu nya itu rasanya kayak sedih gitu mau tahu liriknya ? Ini dia :


Lirik Lagu Motohiro Hata
Himawari No Yakusoku (OST Stand By Me Doraemon 2014)

Doushite, kimi ga naku no
Mada boku mo naite inai noni
Jibun yori, kanashi mukara
Tsurai no ga dotchi ka wakaranaku naru yo

Garakuta datta~hazu~no~kyou~ga
Futari nara takara mononi~naru

Soba ni itai yo
Kimi no tameni dekiru koto ga
Boku ni aru kana
Itsumo kimi ni, zutto kimi ni
Waratte ite hoshikute

Himawari no youna
Massuguna sono yasashisa wo
Nukumori wo zenbu

Kore kara wa boku mo
Todokete yukitai
Koko ni aru shiawase ni kidzuita kara

[Intro]

Touku de, tomoru mirai
Moshi mo bokura ga hanarete mo
Sore zore, aruite yuku
Sono saki de mata deaeru to shinjite

Chiguhagu datta~hazu~no~hohaba
Hitotsu no youni ima kasanaru

Soba ni iru koto, nanigenai kono shunkan mo
Wasure wa shinai yo
Tabidachi no hi
Te wo furutoki
Egao de irareru youni

Himawari no youna
Massuguna sono yasashisa wo
Nukumori wo zenbu

Kaeshitai keredo kimi no koto dakara
Mou juubun da yo tte, kitto yuu kana

[Intro]

Soba ni itai yo
Kimi no tameni dekiru koto ga
Boku ni aru kana
Itsumo kimi ni, zutto kimi ni
Waratte ite hoshikute

Himawari no youna
Massuguna sono yasashisa wo
Nukumori wo zenbu

Kore kara wa boku mo
Todokete yukitai
Hontou no shiawase no
Imi wo mitsuke takara