Puisi ini aku tulis buat lomba di acara sumpah pemuda sekolah, mungkin absurd. Tapi paling nggak ini karya asli dariku ....ciehh
Pengingat Kenangan
Janji yang kau ingkari akan jadi angkara
Janji yang kau hayati telah kau khianati
Janji yang kau pegang teguh telah rubuh
Janji yang kau abadikan telah kau lupakan
Dinginnya siang ditiup angin malam
Tatapan pedangmu menusuk terlalu dalam
Kita semua hanya terdiam tanpa kecuali
Kapankah hari itu akan kembali
Rinduku akan hangatnya hari itu
Berbincang satu sama lain mengukir hari esok
Gesekkan biola Rudolf mengobarkan api
Kita disitu bertumpu satu sama lain
Menjadi satu dalam khidmatnya sebuah perjanjian
Akankah kembali?
Rinduku akan hangatnya hari itu
Kalau yang ini hasil iseng iseng aja, Rais juga bukan siapa siapa
Puisi untuk Rais
Mungkinkah pernah kau perhatikan tetesan air hujan yang jatuh di pelipis
Dinginnya tetesan air hujan itu buatku teringat waktu yang kian menipis
Tak akan sanggup hatiku menghitung hari di dinding dengan garis garis
Mungkinkah saat itu hari itu datang dirimu kan menangis
Saat ini jiwaku kian terkikis
Tetap tersenyum manis
Jangan menangis
Rais
Tidak ada komentar:
Posting Komentar