Aku bingung sama dunia ini. Ketika aku ingin berlagak seperti anak anak mereka bilang aku sudah tidak pantas seperti itu karena aku sudah dewasa. Ketika aku menanggapi permasalahan yang terjadi di negaraku, mereka bilang aku tidak pantas berbicara seperti itu karena aku berbicara seperti orang dewasa. Itu membuat diriku bingung. Sangat bingung. Pada akhirnya aku bertingkah seperti orang bodoh dan melakukan hal hal kekanakan. Setiap ada permasalah terjadi, uneg uneg yang ingin kukeluarkan selalu kupendam dan pada akhirnya aku sering berbicara pada cermin.
Aku tidak punya dan tidak ingin punya teman sebangku, karena aku pikir itu tidak berguna. Jika ingin berbicara aku bisa mengatakannya dengan depanku atau belakangku. Yang aku butuhkan adalah Teman dalam arti yang sebenarnya. Teman yang tidak akan membicarakanku saat aku tidak ada. Teman yang akan selalu ada baik suka maupun duka. Teman yang tidak memandang dari fisik. Teman yang bisa kupercayai hingga aku bisa dengan tenangnya menitipkan 10 batang emas padanya. Teman yang akan selalu ada sepanjang hidupku. Karena teman seperti itu yang dibutuhkan untuk urusan dunia maupun akhirat.
Saat pertama melihatku semua orang pasti berpikir kalau aku anak yang pendiam. Saat kedua kali melihatku pasti mereka berfikir aku autis. Saat ke 10 kali melihatku mereka bilang aku aneh. saat ke 100 kali melihatku mereka akan menyadari, bahwa aku mengekspresikan diriku dengan cara yang berbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar